September 16, 2009

Antara Sabar dan Mengeluh


Pada zaman dahulu ada seorang yang bernama Abu Hassan yang pergi haji di Baitul Haram. Diwaktu tawaf tiba-tiba ia melihat seorang wanita yang bersinar dan berseri wajahnya."Demi Allah,belum pernah aku melihat wajah seorang secantik dan secerah wanita itu, tidak lain kerana itu pasti kerana tidak pernah risau dan bersedih hati."

Tiba-tiba wanita itu mendengar ucapan abu Hassan lalu ia bertanya"Apakah katamu hai saudaraku? Demi Allah aku tetap terbelenggu oleh perasaan dukacita dan luka hati kerana risau, dan seorang pun yang menyekutuinya aku dalam hal ini."

Abu Hassan bertanya"Bagaimana hal yang merisaukanmu?"Wanita itu menjawab."Pada suatu hari ketika suamiku sedang menyembelih kambing korban, dan pada aku mempunyai dua orang anak yang sudah boleh bermain dan satu lagi masih menyusu, dan ketika aku bangun untuk membuat makanan, tiba-tiba anakku yang agak besar berkata pada adiknya,"hai adikku, sukakah aku tunjukkan padamu bagaimana ayah menyembelih kambing? Jawab adiknya,"Baiklah kalau begitu?" Lalu disuruh adiknya berbaring dan disembelihkannya leher adiknya itu. Kemudian dia merasa ketakutan setelah melihat darah memancut keluar dan lari ke bukit yang mana di sana ia dimakan oleh serigala, lalu ayahnya pergi mencari anaknya itu sehingga mati kehausan dan ketika aku letakkan bayiku untuk keluar mencari suamiku, tiba-tiba bayiku merangkak ke periuk yang berisi air panas, ditariknya periuk tersebut dan tumpahlah air panas terkena ke badannya habis melecur kulit badannya. Berita ini terdengar kepada anakku yang telah berkahwin dan tinggal di daerah lain, maka ia jatuh pengsan hingga sampai menuju ajalnya. Dan kini aku tinggal sebatang kara di antara mereka semua." lalu Abu Hassan bertanya."Bagaimanakah kesabaranmu menghadapi semua musibah yang sangat hebat itu?" Wanita itu menjawab."Tiada seorang pun yang dapat membezakan antara sabar dan mengeluh melainkan menemukan diantara keduanya ada jalan yang berbeza. Adapun sabar dengan memperbaiki yang lahir, maka hal itu baik dan terpuji akibatnya. Dan adapun mengeluh, maka orangnya tidak mendapat ganti yakni sia-sia belaka." Demikianlah cerita di atas yang dapat dijadikan tauladan dimana kesabaran sangat digalakkan oleh agama dan harus dimiliki oleh setiap orang yang mengaku beriman kepada Allah dalam setiap kali terkena musibah dan dugaan dari Allah. Kerana itu Rasulullah s.a.w bersabda dalam firman Allah dalam sebuah hadith Qudsi:"Tida ada balasan bagi hambaku yang mukmin, jika aku ambil kekasihnya dari ahli dunia kemudian ia sabar, melainkan syuga baginya."


Begitu juga mengeluh. Perbuatan ini sangat dikutuk oleh agama dan hukumnya haram kerana Rasulullah s.a.w pernah bersabda: "Tiga macam daripada tanda kekafiran terhadap Allah, merobek baju, mengeluh dan menghina nasib orang."Dan sabdanya pula."Mengeluh itu termasuk kebiasaan jahilliyah dan orang yang mengeluh, jika ia mati sebelum taubat, maka Allah akan memotongnya bagi pakaian dari wap api neraka."(Riwayat oleh Imam Majah)


Semoga kita dijadikan oleh sebagai hamba Allah yang sentiasa sabar menghadapi musibah.






August 3, 2009

Abu Nawas - Yang lebih Kaya dan Mencintai Fitnah


Seperti biasa, Abu Nawas berjalan-jalan mengunjungi pasar. Tempat inilah yang paling ia sukai karena dari tempat ini ia dapat menyampaikan ide-idenya ke masyarakat luas secara langsung.
Tiba-tiba ia berdiri di suatu tempat yang cukup tinggi untuk di dengar seluruh orang di pasar. Dengan suara agak keras, ia mulai berpidato, “Saudara-saudara sekalian. Ada yang perlu saudara-saudara ketahui tentang Raja kita yang tercinta, Baginda Harun Al Rasyid.”
Seluruh isi pasar terdiam, pandangan tertuju padanya. Orang-orang di pasar itu menunggu-nunggu kalimat berikutnya yang akan dikeluarkan oleh Abu Nawas. Melihat pandangan semua tertuju padanya, Abu Nawas semakin percaya diri.
“Kalian harus tahu, bahwa sebenarnya Baginda Harun Al Rasyid lebih kaya dari pada Allah.”
Tiba-tiba bergemeruhlah suara orang-orang dipasar. Semua orang tersentak mendengar kata-kata yang keluar mulut si Abu Nawas.

“Tenang….tenang…..tenang saudara. Masih ada lagi.”
Lagi-lagi seluruh orang pasar terdiam.
“Baginda kita itu, sebenarnya sangaaaaaaat mencintai fitnah.”
Meledaklah lagi gemuruh orang seluruh pasar. Banyak yang memprotes omongan Abu Nawas. Tetapi si Abu Nawas nampak tenang-tenang saja tanpa rasa bersalah sedikit pun.
Tiba-tiba sejumlah tangan merengut kedua lengan Abu Nawas. Tetapi Abu Nawas berusaha tetap tenang. Ia tahu itu adalah tangan-tangan dari punggawa-punggawa kerajaan. Diseretlah Abu Nawas menghadap raja Harun Al Rasyid.
Dengan muka geram, raja Harun Al Rasyid menginterogasi Abu Nawas dihadapan penasihat-penasihatnya. “Apakah benar dipasar kamu mengatakan bahwa Aku lebih kaya dari Allah?”
“Benar baginda.”
Makin geramlah Harun Al Rasyid.
“Apakah benar kamu juga mengatakan bahwa aku mecintai fitnah?”
“Maaf, Baginda. Itu benar adanya,” jawab Abu Nawas tenang.
“Pengawal!! Bawa Abu Nawas ke penjara. Gantung dia besok pagi.”
“Tenang, Baginda. Beri saya kesempatan untuk menjelaskan apa maksud kata-kata saya itu.” Abu Nawas memohon dengan wajah yang memelas.
“Cepat katakan! Sebelum kau temui ajalmu.”
“Begini Baginda. Maksud kata-kata saya bahwa Baginda lebih kaya dari Allah adalah baginda memiliki anak, sedang Allah tidak dimemiliki anak. Bukan begitu Baginda?”
Harun Al Rasyid terdiam. Dia tersenyum dalam hati. “Dasar. Si Abu Nawas.”
“Terus, maksud kata-katamu bahwa aku mencintai fitnah?”
“Maksudnya, bahwa Baginda sangat mencintai istri dan anak-anak Baginda sendiri. Padahal mereka dapat menjadi fitnah bagi Baginda. Bukan begitu Baginda?”
Harun Al Rasyid pun hanya bisa geleng-geleng kepala. “Lalu, kenapa kamu teriak-teriak di pasar? Yang tidak paham perkataanmu bisa marah.”
“Yah, kalau masyarakat marah. Nanti kan Saya dipanggil oleh, Baginda.”
“Kalau Aku sudah memanggil, memang kenapa?”
“Hmmmm….Yah…biar dikasih hadiah, Baginda,” ucap Abu Nawas lirih.
Baginda pun hanya bisa tersenyum simpul. Lalu diberikannya sekantung uang dinar ke Abu Nawas.
sumber:http://syafii.wordpress.com/2007/04/02

Mencari Erti Hina sebagai Hamba

Betapa hinanya engkau wahai manusia dengan status hamba itu. Mengapa masih ada perasaan bangga diri dalam diri. Jika kita masih ada rasa riak, bangga, segala bentuk perasaan mazmumah, kita masih belum betul-betul menghayati erti hamba. Walaupun perasaan itu hanya sekelumit atau hanya terlintas dalam hati. Ingatlah bahawa hamba itu tiada daya upaya selain mengharap segala bentuk pertolongan, rahmat dan belas kasihan dari tuannya. Ingatlah kita hanya orang suruhan yang perlu patuh dengan setiap perintah tuannya. Jika kita ingkar, ingatlah sebagai hamba yang lemah, kita tiada daya upaya untuk melawan hukuman dari tuannya.
Siapalah kita...segalanya yang kita miliki hanya pinjaman, hanya anugerah rahmat Allah. Kita tiada apa-apa. Bayangkan..jika engkau berdiri di tengah padang pasir gurun sahara..pandanglah ke langit ...renunglah bintang-bintang dipanorama malam indahnya...sesungguhnya bintang-bintang yang bertaburan diangkasa lebih banyak dari tebaran pasir-pasir di Gurun sahara..di lautan...begitulah besarnya ciptaan Allah yang tiada tandinganya..dimana kita diantara bintang-bintang dan taburan pasir itu...Maka ambillah segenggam pasir itu..dan taburkanlah....bolehkah anda melihat mana pasir itu ditengah padang pasir..begitulah umpamanya.tiada nilai....kita sebagai hamba...tiada nilai disisi Allah kecuali amal dan taqwa yang bersungguh-sungguh...Yang selalu menagih rasa kasih, kasihan dan sayang dari tuannya..memohon..memunajat setiap waktu kepada Allah....Ya..Allah..setiap perjalanan hambamu ini..terkadang hadir sekelumit rasa bangga dengan anugerahmu..Mengapa ya Allah..Sepatutnya aku memanjatkan setinggi kesyukuran diatas segala anugerahmu..dengan selautan rahmatmu...Telah sedaya upaya ku cuba menghadirkan rasa hina diri sebagai hamba..tetapi aku gagal dek kerana godaan syaitan telah menjerumuskan perasaan itu. Hasilnya menanglah perasaan mazmumah. Telah ku pujuk hati ini agar tidak terus dibuai perasaan-perasaan riak ujub dan bangga diri. Ku pujuk berkali-kali diri ini...akhirnya hanya kepadamu ku memohon ya Allah. Tolonglah aku ya Allah...Tidak layak aku sebagai hamba mempunyai perasaan itu...Ampunkahlah aku ya Allah...Terdengar aku di Radio Mutiara FM, ceramah agama setiap jam 2.30 petang..Aku memang tidak pernah ketinggalan mendengarnya...Ustaz pada hari itu mengatakan...Mencari Erti Hina sebagai hamba hanya benar-benar boleh diperolehi dengan mempelajari ilmu Tasawuf...Ilmu mengenal tuhan..Ya..Allah bantulah andainya saat ini, detik ini, engkau mengambil nyawaku...oh..apakah bekalan yang ku bawa..Apakah persediaan yang telah ku buat untuk menghadapi mahkamah tuhan..Yakinlah dunia ini sementara...jika dibandingkan dengan akhirat yang kekal..ibaratnya dunia umpama pentas, manusia adalah pelakonnya..Semua lakonan itu akan dinilai...

July 22, 2009

Tiga Cahaya Di Hari Kiamat

Di hari kiamat ada tiga cahaya yang berlainan :
* Cahaya yang pertama seperti bintang-bintang.
* Cahaya yang kedua seperti cahaya bulan.
* Cahaya yang ketiga seperti cahaya matahari.

Apabila ditanya cahaya apakah ini? Lalu dijawab :
"Cahaya yang pertama ialah cahaya wajah-wajah manusia yang
ketika di dunia, mereka akan meninggalkan pekerjaan dan terus bersuci dan
mengambil air sembahyang apabila terdengar azan.

Yang kedua ialah cahaya wajah mereka yang mengambil air
sembahyang sebelum azan.

Cahaya yang ketiga ialah cahaya mereka seperti matahari.
Mereka di dunia sudah bersiap sedia di dalam masjid sebelum azan lagi."


Kala Jengking Neraka
Di hari kiamat akan keluar seekor binatang dari neraka jahanam yang
bernama "Huraisy" berasal dari anak kala jengking.
Besarnya Huraisy ini dari timur hingga ke barat. Panjangnya pula seperti
jarak langit dan bumi.
Malaikat Jibril bertanya : "Hai Huraisy! Engkau hendak ke mana dan siapa
yang kau cari?"
Huraisy pun menjawab, "Aku mahu mencari lima orang.
Pertama, orang yang meninggalkan sembahyang.
Kedua, orang yang tidak mahu keluarkan zakat.
Ketiga, orang yang derhaka kepada ibubapanya.
Keempat, orang yang bercakap tentang dunia di dalam masjid.
Kelima, orang yang suka minum arak."

Simpanlah baik2 amanat ini dan sebagai peringatan kita setiap hari.
Sampaikan kepada sekelian muslimin/muslimat yang lain semoga
menjadi pedoman hidup hingga keakhir hayat , Insya'Allah

A langkah berbahagianya anda semua yang mempunyai anak lelaki dan dididik
pula melaungkan azan di masjid2 maupun disurau2..Amin. Wasallam.

Semoga Allah merahmati kita semua dan mengampuni segala dosa2 kita yang
lalu dan hari ini. Azan adalah dakwah yang paling utama sekali kerana
ianya mengajak kita membuat kebaikan dan mengingati Allah swt. Secara
tidak sedar kita sentiasa didakwah sebanyak 5X sehari. Cubalah hayati
setiap perkataan dan jawaplah seperti yang disarankan. Bagi orang yang
melaungkan azan pula jika dia berniat untuk seluruh alam (spt yang
disarankan olih Allah kepada Nabi Ibrahim alaihisallam) muazin itu akan
mendapat pahala umat islam seluruh alam yang bersolat pada hari itu.
begitulah kelebihannya yang Allah beri. Wassallam.

ADAB MENDENGAR AZAN
Kematian itu pasti menjelma. Hanya mas a dan waktunya yang tidak kita
ketahui.Cuba kita amati . Mengapa kebanyakan orang yg nazak, hampir ajal
tidak dapat berkata apa-apa.. lidahnya kelu, keras dan hanya mimik
mukanya yang menahan kesakitan ' sakaratul maut' . Diriwayatkan sebuah
hadis yg bermaksud: "Hendaklah kamu mendiamkan diri ketika azan, jika
tidak Allah akan kelukan lidahnya ketika maut menghampirinya."

Ini jelas menunjukkan, kita disarankan agar mendiamkan diri, jangan
berkata apa-apa pun semasa azan berkumandang . Sebagai orang beragama
Islam kita wajib
menghormati azan Banyak fadhilatnya . Jika lagu kebangsaan kita diajar
agar berdiri tegak dan diamkan diri.

Mengapa ketika azan kita tidak boleh mendiamkan diri? Lantas sesiapa yang
berkata-kata ketika azan, Allah akan kelukan lidahnya ketika nazak . Kita
takut dengan kelunya lidah kita semasa ajal hampir tiba maka kita
tidak dapat mengucap kalimah "Lailahaillallah. ." yang mana sesiapa yang
dapat mengucapkan kalimah ini ketika nyawanya akan dicabut Allah dgn
izinNya menjanjikan syurga untuk mereka. Dari itu marilah kita sama-sama
menghormati azan dan mohon kepada Allah supaya lidah ini tidak kelu
se mas a nyawa kitasedang dicabut.

"Ya Allah! Anug era hkanlah kematian kami dengan kematian yang baik
lagi mulia, lancarkan lidah kami mengucap kalimah "Lailahaillallah. .."
se mas a sakaratul maut menghampiri kami. Amin.. amin.. amin
Yarobbala'lamin .."


Rahsia khusyuk dalam sembahyang

Seorang ahli ibadah bernama Isam bin Yusuf, dia sangat warak dan sangat khusyuk solatnya. Namun dia selalu khuatir kalau-kalau ibadahnya kurang khusyuk dan selalu bertanya kepada orang yang dianggapnya lebih ibadahnya demi untuk memperbaiki dirinya yang selalu dirasakan kurang khusyuk. Pada suatu hari, Isam menghadiri majlis seorang abid bernama Hatim Al-Isam dan bertanya:"Wahai Aba Abdurrahman, bagaimanakah caranya tuan solat?"


Hatim berkata:"Apabila masuk waktu solat aku berwudhu' zahir dan barin."

Isam bertanya,"bagaimana wudhu' zahir dan batin itu?"
Hatim berkata,"wudhu' zahir sebagaimana biasa, iaitu membasuh semua anggota wudhu' dengan air. Sementara wudhu' batin ialah membasuh anggota dengan tujuh perkara:-
1.bertaubat
2.menyesali dosa yang dilakukan
3.tidak tergila-gilakan dunia
4.tidak mencari/mengharap pujian orang(riya')
5.tinggalkan sifat berbangga
6.tinggalkan sifat khianat dan menipu
7.meninggalkan sifat dengki

Seterusnya Hatim berkata,"Kemudian aku pergi ke masjid, aku kemaskan semua anggotaku menghadap kiblat. Aku berdiri dengan penuh kewaspadaan dan aku bayangkan Allah ada di hadapanku, syurga disebelah kananku, neraka disebelah kiriku, malaikat maut berada dibelakangku dan aku bayangkan pula bahawa aku seolah-olah berdiri di atas titian 'Sirratul Mustaqim' dan aku mengganggap solat ku kali ini adalah solat terakhirku, kemudian aku berniat dan takbir dengan baik.
Setiap bacaan dan doa dalam solat kufaham maknanya, kemudian aku ruku' dan sujud dengan tawadhu', aku bertasyahhud dengan penuh pengharapan dan aku memberi salam dengan ikhlas. Beginilah aku bersolat selama 30 tahun"

Apabila Isam mendengar, menangislah dia kerana membayangkan ibadahnya yang kurang baik bila dibandingkan dengan Hatim.

June 26, 2009

Menghilangkan bau badan

Ambil limau nipis atau limau purut, ramaskan bersama air mandian. Siramkanlah air mandian tersebut keseluruh badan. gosok-gosokkan terutama bahagian ketiak. Biarkan seketika dan bilas. Amalkan setiap kali mandian. Insyaallah badan anda tidak akan berbau. Tak perlu menggunakan ubat antikeringat.

June 24, 2009

Siapa yang lebih menyayangimu....


“Astaghfirullah, aku kata Allah Akbar, Allah Maha Besar, aku mengaku bahawa semua perkara kat dunia ni kecil2 belaka, Allah Yang Maha Besar. Tapi, dalam solatku, masih tidak khusyuk!” mengutuk diri sendiri, selepas solat fardhu pada hari itu.
Kemudian,
Solat fardhu seterusnya,…………………………….
“la.. sama je macam solat sebelum ni! Ingat lagi benda2 lain! Tak khusyuk langsung!”kecewa dengan kesilapan lama.
Susah hendak berubah, lantaran lemahnya kekuatan iman dalam menggerakkan diri untuk berubah!
Begitulah lumrahnya, iman naik dan turun. Bagaimana jika kematian menjemput semasa iman sedang turun?

CINTA ALLAH
‘ku dambakan cintaNya’ ku baca status seorang rakan di ym.
‘ya Allah, kurniakanlah ku cinta Mu’ tulisan dalam blog seseorang.
Ya, Alhamdulillah, syukurku kerana kesedaran orang Islam dalam mencari cinta Allah yang lebih hakiki dan abadi.
SECEBIS KISAH
Firman Allah yang bermaksud;
“pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari istri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.” (‘Abasa:36-37)
begitulah realiti Hari Qiamat, yang dimaklumkan di dalam Al-Quran.


Ulama’ meriwayatkan, mafhumnya;
Pada hari Akhirat, seorang hamba Allah ditimbang amalannya. Hasilnya, masih perlu sedikit lagi kebaikan untuk membolehkannya masuk syurga. Allah berfirman, “carilah saudara-saudara kamu, dan mintalah sedikit kebaikan dari mereka.”
Lalu, si hamba Alllah ini pun merentas padang mahsyar, mencari semula saudara-saudaranya,
“abang Long, Kak Ngah, dulu kat dunia dulu, abang Long, Kak Ngah sayang sangat kat adik, tolong adik jalan-jalan, belikan adik hadiah, sekarang ni, boleh tak adik nak minta sedikit pahala dari abang Long, Kak Ngah?”
“adik, abang Long, Kak Ngah pun takut macam apa yang adik takut,”jawab saudaranya.

Lalu, dia mencari dan menemui ibunya,
“mama, kat dunia dulu, mama sayang sangat kat adik, kan? Kalau adik sakit, mama sanggup tak tidur malam sebab nak jaga adik, adik sayang sangat kat mama. Mama, boleh tak mama bagi kat adik sedikit kebaikan? Adik tak nak masuk neraka! Adik takut!”
“adik, mama pun takut macam yang adik takut,”jawab ibunya, lantas meninggalkannya.

Lalu, dia mencari dan menemui ayahnya.
“papa, adik tau, papa sayang kat adik. Papa selalu belikan kat adik hadiah kalau adik dapat nombor 1. Adik pun sayang kat papa jugak. Boleh tak papa bagi kat adik sedikit kebaikan?”
“adik, papa pun takut macam yang adik takut,”ayahnya menjawab.

Lalu, dia mencari dan menemui isterinya.
“isteriku sayang, abang tau yang sangat cintakan abang,kan? Dulu, susah senang kita bersama, membina mahligai indah bersama-sama, kan? Sama-sama besarkan anak-anak kita yang comel-comel tu. Sayang, boleh tak bagi kat abang sedikit kebajikanmu?”
“bang, yang pun takut macam abang jugak…”balas isterinya.

Lalu, dia bergegas dan menjumpai anaknya.
“anakku sayang, ingat ayah lagi tak? Ayah sayang tau kat acik. Acik pun sayang kat ayah, kan? Ayah ingat lagi, acik sanggup korbankan bermain-main dengan kawan-kawan sebab nak jaga ayah kat hospital. Acik, boleh tak acik bagi kat ayah sikit amalan acik?”
“acik pun takut apa yang ayah takut,”balas anaknya.

Buntu, si hamba ini mengadap Allah.
“ya Allah, aku telah meminta sedikit kebaikan dari saudaraku, tapi, tak seorang pun yang sanggup memberikan kebaikan mereka kepada ku.”

Allah menjawab dengan Rahimnya,”wahai hambaKu, sesungguhnya Ku lebih menyayangimu berbanding mereka. Wahai malaikatKu, kau ambillah hamba Ku ini dan kau masukkanlah dia kedalam syurga.”
ALLAH sayang sangat-sangat kat hambaNya!

PENGAJARAN HADIS
Daripada Anas bin Malik , bahawa Nabi Muhammad SAW bersabda “Tidak sempurna iman seseorang dikalangan kamu sehingga dia mencintaiku lebih daripada dirinya sendiri, anaknya, keluarganya dan manusia keseluruhannya”
(riwayat Imam Ahmad, Imam Bukhari, Imam An-Nasaa’i, Imam Muslim dan Imam Ibnu Majah)
Allah sayangkan kita, tapi bagaimana nak dapatkan kasih sayang Allah? bagaimana nak cintakan Allah?

CARA CINTAI ALLAH
Firman Allah yang bermaksud,
“Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (surah Ali ‘Imran:31)
Ikutlah Nabi Muhammad, nescaya, diri ini akan dicintai Allah!
Itulah kata kuncinya.

CABARAN
Badan penat, katil empuk.. tiba-tiba, azan berkumandang..
Teruskan terbaring hingga tertidur, atau terus bangkit dan tunaikan kefardhuan di Masjid?
Ya, Nabi Muhammad menunaikan solat fardhu di masjid!
ya, Nabi Muhammad khusyuk dalam solat!
Nak dapat cinta Allah? Mesti ikut Nabi Muhammad SAW!
Kata-kata mudah dilafazkan dari lidah yang tak bertulang.
Sudah banyak berteori, pelaksanaannya bagaimana?
“ya Allah, ku mengadu kepadaMu tentang imanku yang sering naik dan turun. Kau mudahkanlah diriku mengikuti Nabi Muhammad SAW. Sediakanlah tempat di hatiku untukMu, anugerahkanlah perasaan cintaku kepada Mu.” -ameen- (sumber: http://kalam-puncak.blogspot.com)


flower Pictures, Images and Photos